Part 7 " JADI WANITA ITU TIDAK MUDAH"
Assalammualaikum wr.wb.
Hai para wanita tangguh, apa kabar sekarang? Semoga selalu sehat ya.
Aku tau jadi perempuan itu gak enak. Andai saat kita dulu masih di dalam kandungan andai bisa memilih kita mungkin ingin diciptakan sebagi laki-laki. Akan tetapi Tuhan sudah berkehendak untuk menciptkan diri kita sebagai seorang wanita.
Wanita adalah sosok yang sangat peka akan perasaan dan hatinya. Wanita ada kalanya sering menangis, tetapi sejatinya semua wanita itu hebat, kuat, dan wanita itu tangguh.
Aku paling seneng kalau bicara soal wanita. Mengapa?
Dizaman sekarang seseorang yang sering dibandingkan dan sering mendapatkan komentar dalam segala aspek itu 80% wanita dan 20% laki-laki. Kenapa aku bilang 80% wanita, karena menurut pandanganku dari segala aspek wanita selalu dibandingkan, diomongin,dikomentari dan lain-lain.
Mulai dari dia bayi sampai dia memiliki keluarga, wanita selalu dibanding-bandingkan.
Kalian ingat nggak, saat kita masih bayi dan terlahir cantik/tidak selalu dibicarakan, sampai kita tumbuh menjadi sosok remaja yang sangat istimewa. Akan tetapi saat kita memasuki dunia pendidikan dari jenjang SD-kuliah wanita itu kayak selalu menjadi bahan perbandingan.
Kita punya peringkat bagus dikelas masih dibanding-bandingkan, kita nggak dapat peringkat terbaik diomongin, di jauhin sama temen, terlebih mungkin kita sering dimarahi sama ortu setelah pengambilan raport. Sampai kita SMP,bahkan SMA pun kita juga masih selalu dibandingkan. Kita yang dianggap pintar tapi masuk swasta dibandingkan di omongin yang jelek-jelek dan lain sebagainya, alasanya “katanya pinter kok masuknya di swasta”. Kita saat masuk ke dunia perkuliahan juga masih dibandingkan, kita mau masuk PTN,PTS,PTK atau kita memilih kerja,Kursus, buka bisnis selalu di bandingkan di omongin di jelek-jelek in. bahkan kita saat udah punya calon masa depan, aseekk dan ternyata jodoh kita itu tetangga belakang rumah, diomongin juga ya ampun, dikomentari segala macem mungkin yang kalimat yang paling sering muncul adalah
“ Kerja jauh-jauh ke Jakarta dapat jodoh tetangga sendiri, ngggak bosan apa”
“ kuliah jauh-jauh ke SEMARANG jodohnya kok Cuma beda kecamatan"
Kita dapat jodoh deket/ tetangga sendiri diomongin di komentarin. Bahkan kita dapat jodoh yang rumahnya itu jauh banget beda provinsi itu juga diomongin. Dengan alas an “kamu itu anak perempuan satu-satunya cari jodoh kok jauh-jauh amat sampai SEMARANG,emang sama tetangganya sendiri gak suka apa, kasihan Ortu KAMU nggak ada yang jagain, nggak ada yang ngurus dan sebagainya.
Wanita itu kayak serba salah gitu gak sih? Dapat jodoh deket diomongin,jauh diomongin juga, dapat jodoh cakep diomongin, dapat jodoh nggak cakaep’ amat diomongin juga, dapat jodoh yang beda kasta kelas social diomongin, dapat jodoh yang kastanya level rendah diomongin, dan maish banyang banget………..
Nah selanjutanya masalah pendidikan. Aku paling anyel sama orang yang bilang gini “ ngapain sih kamu capek-capek kuliah, buang-buang duit, kalau ujungnya nikah punya anak dan dirumah”
Gini ya wanita punya peran lebih dari 1, makanya dia harus mau belajar dan memahami peran wanita. Wanita itu harus bisa jadi istri yang berbakti, jadi ibu yang bisa mendidik anaknya dengan baik, dan harus bisa menjadi wanita yang multitalent itu yang paling utama.
Banyak banget perempuan hingga umur 27,28,bahkan 30 di belum menikah dengan kata lain mungkin masih melanjutkan studi perkuliahannya atau mengembangkan karir dan bisnisnya. Dan itu selalu diomongin mungkin dari kita juga pernah membatin misal gini “ kenapa ya mbaknya itu udah umur 27 kok belum nikah ya.”
Kenapa sih kayak gitu masih menjadi hal yang harus diomongin dan dibandingkan? Karena di mindset nya orang Indonesia wanita harus sudah menikah sebelum umur 25 tahun.
Dan itu menurut aku hal yang bukan salah tapi kurang tepat. Ada apa sih dengan umur 25 tahun? Oke next time aku bakalan membahas tentang umur 25 tahun.
Lanjut ke topic. Wanita umur 21 baru lulus kuliah eh tiba-tiba udah dilamar dan langsung nikah, eyaaaa nikah….. ehem. Canda-canda.
Wanita nikah umur 21 baru lulus kuliah diomongin, dibandingkan sama yang lain. Dengan perkataan seperti ini “ kamu itu baru lulus langsung nikah, kasihan ortu kamu ngebiayain kuliah mahal-mahal, lulus belum juga kerja langsung nikah”
Ada juga yang seperti ini “kamu baru lulus kuliah, belum bisa membahagiakan orang tua / orang tua belum menikmati hasil kerjanya (duitnya) langsung nikah”
Sekarang wanita yang udah berumur 26,27,28,29,30. Dan belum menikah juga maish aja diomongin di banding-bandingkan sama yang lain.
Dengan perkataan seperti ini “ kamu udah umur 28 kenapa belum menikah, nunggu apa sih, mau cari suami yang seperti apa”
Ada juga yang gini “umur 30 kok belum nikah, nanti susah punya anak lo mbak”
Ada lagi nih “umur 27 masih lanjut kuliah terus, ngejar S3 nanti susah dapat jodoh lo, nanti laki-laki pada minder buat ngelamar kamu”
Itu soal umur nikah, menurut aku, mau kita umur 21,22,23,24,25,26,27,28,29 bahkan 30 dan belum nikah ya gpp lah. Nikah itu bukan soal umur yang dipandang, tapi ada beberapa aspek yang mungkin perlu dipertimbangkan.
Dan yang paling sering terjadi oleh kita masyarakat INDONESIA itu adalah IKUT-IKUTAN nikah. Kenapa aku bilang begitu, karena itu udah terjadi di lingkungan masyarakat kita, temen kita nikah, kita juga pengen nikah, aneh sih menurut aku. Kalau mau nikah itu jangan ikut-ikutan temen, okey?
Okey kita stop soal menikah.
Lanjut lagi kapan-kapan ya😅
Kesimpulannya
1.Kita mau kuliahi apa enggakk kita mau bisnis mau kerja ya gpp silahkan, asalkan itu terbaik buat kehidupan kita selanjutkan. Ngak usah dengerin omongan orang lain, omongan temen, sodara, tentangga, kalau komentar itu hanya membuat diri kita semakin terpuruk, ambil komentar orang yang sekiranya membuat diri kita semakin berkembang dan menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
2. Jangan jadikan umur sebagai patokan buat nikah, nikah itu kita harus sudah siap dari segala aspek
3.kita mau lanjut pendidikan sama S3 pun gpp, jangan khawatir soal jodoh kalau diri kita berkualitas insya Allah jodoh kita pun juga seperti itu.
4. Jangan jadikan hidup atau pencapain orang lain sebagai patokan hidup kita, kita punya tujuan hidup masing-masing, punya cita-cita yang berbeda. Maka dari itu kita focus saja sama impian kita dan jangan focus sama pencapain orang lain.
5. Jadilah wanita yang selalu menebarkan manfaat kepada orang lain.
6. Hargai kekurangan dalam diri kita, jangan buat diri kita selalu sedih gara” kita melihat wanita lain yang jauh lebih oke dari kita.
Aku ada sebuah kalimat yang sangat bagus, kalimatnya seperti ini “seorang ibu bisa menjadi seorang ayah sekaligus, akan tetapi seorang ayah belum tentu bisa menjadi seorang ibu sekaligus”
“wanita bisa hidup tanpa seorang laki-laki, akan tetapi seorang laki-laki tidak bisa hidup tanpa seorang wanita”
“ tuhan memilih kamu untuk menjadi sosok wanita, karena kamu istimewa”
Mungkin Cuma itu dari aku buat kalian, ya semoga bisa membantu atau memotivasi, dan btw itu sumbernya aku ambil langsng dari kehidupan yang udah nyata di masyarakat, sebenarnya masih banyak yang ingin aku soal wanita tapi next time ya.
Oke kita semua adalah wanita yang kuat,tangguh,hebat, multitalent, dan kita bisa menjadi sosok wanita yang istimewa.
Wassalammualaikum wr.wb sampai ketemu di topic selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar